Selasa, 02 September 2014

Hawa Dingin

Aku tidak bisa tidur , mendengar kedua orang tuaku yg terus bertengkar . Entah apa yg menjadi dasar pertengkaran mereka , akun belum cukup dewasa untuk tahu semua hal itu .

Berjam-jam telah berlalu , pertengkaran mereka belum juga usai . Tenggorokanku mulai kering karena terlalu lama mendengar mereka berdua terus bertengkar . mencoba melawan rasa takutku , aku memberanikan diri untuk keluar kamar .

"mau kemana nak ?"tanya ibu yg terlihat agak kikuk saat tiba-tiba melihatku .

"aku haus bu ." jawabku datar .

mendengar itu , ibu langsung bergegas pergi ke dapur untuk mengambilkan air untuk ku minum . Tapi anehnya , mereka berdua seperti tidak menyimpan masalah apapun saat didepanku. Mereka hanya melakukan hal-hal yg sewajarnya dilakukan oleh sepasang suami istri . Melihat itu , aku merasa lebih tenang . dan setelah aku kembali kekamar , aku langsung terlelap untuk tidur .

 Setelah aku tidur , pertengkaran sepertinya dilanjutkan kembali . kini suasananya lebih panas lagi , mereka berdua tidak mau kalah satu sama lainnya . Tidak terima dengan apa yg diucapkan ibu , ayah langsung melemparkan sebuah guci yg ada didekatnya . Guci itu mengenai kepala ibu hingga gucinya pecah . Darah mulai mengalir dari pelipis ibu , dan tidak berapa lama setelah itu ,  ibu tergeletak ke lantai begitu saja . Ibupun meninggal ketika itu juga . Melihat keaadan ibu yg seperti itu , ayah bergegas mengambil sebuah koper dikamarnya kemudian ibu dimasukan kedalam koper tersebut , dan membawanya keluar entah kemana .

***

"Selamat pagi nak ? itu ayah buatin sarapan buat kamu" sapa ayah saat melihat aku keluar dari kmar . Seperti biasa , setelah semuanya selesai mandi kami sarapan bersama dimeja makan . tapi tidak biasanya , ayah memakai jaket tebal saat sarapan . 

"ayah sakit ?" tanyaku . 

"enggak , cuman pagi ini rasanya dingin banget yaa ?"jawab ayah , tapi aku tidak menanggapinya dan melanjutkan sarapan kami.

Hari ini , kebetulan aku tidak sekolah ,. Jadi aku hanya duduk sambil menonton TV pagi ini . 

"Ayah berangkat kerja dulu yaa ?" aku menanggapinya dengan tatapan keheranan . 

"Kenapa kamu lihatin ayah kayak gitu ? mau nanyain ibu yaa ?"tanya ayah sambil mendekatiku .

"Enggak yah , aku cuman heran aja . Dari pagi kok ibu ngikutin ayah terus ? ciee-ciee yg udah baikan ". godaku.

TAMAT

 story by :  @farizcabitu 

ispirasi : Irham Maulana