Aku tidak bisa tidur , mendengar kedua orang tuaku yg terus bertengkar .
Entah apa yg menjadi dasar pertengkaran mereka , akun belum cukup
dewasa untuk tahu semua hal itu .
Berjam-jam telah berlalu , pertengkaran mereka belum juga usai .
Tenggorokanku mulai kering karena terlalu lama mendengar mereka berdua
terus bertengkar . mencoba melawan rasa takutku , aku memberanikan diri
untuk keluar kamar .
"mau kemana nak ?"tanya ibu yg terlihat agak kikuk saat tiba-tiba melihatku .
"aku haus bu ." jawabku datar .
mendengar itu , ibu langsung bergegas pergi ke dapur untuk mengambilkan
air untuk ku minum . Tapi anehnya , mereka berdua seperti tidak
menyimpan masalah apapun saat didepanku. Mereka hanya melakukan hal-hal
yg sewajarnya dilakukan oleh sepasang suami istri . Melihat itu , aku
merasa lebih tenang . dan setelah aku kembali kekamar , aku langsung
terlelap untuk tidur .
Setelah aku tidur , pertengkaran sepertinya dilanjutkan kembali . kini
suasananya lebih panas lagi , mereka berdua tidak mau kalah satu sama
lainnya . Tidak terima dengan apa yg diucapkan ibu , ayah langsung
melemparkan sebuah guci yg ada didekatnya . Guci itu mengenai kepala ibu
hingga gucinya pecah . Darah mulai mengalir dari pelipis ibu , dan
tidak berapa lama setelah itu , ibu tergeletak ke lantai begitu saja .
Ibupun meninggal ketika itu juga . Melihat keaadan ibu yg seperti itu ,
ayah bergegas mengambil sebuah koper dikamarnya kemudian ibu dimasukan
kedalam koper tersebut , dan membawanya keluar entah kemana .
***
"Selamat pagi nak ? itu ayah buatin sarapan buat kamu" sapa ayah saat
melihat aku keluar dari kmar . Seperti biasa , setelah semuanya selesai
mandi kami sarapan bersama dimeja makan . tapi tidak biasanya , ayah
memakai jaket tebal saat sarapan .
"ayah sakit ?" tanyaku .
"enggak , cuman pagi ini rasanya dingin banget yaa ?"jawab ayah , tapi aku tidak menanggapinya dan melanjutkan sarapan kami.
Hari ini , kebetulan aku tidak sekolah ,. Jadi aku hanya duduk sambil menonton TV pagi ini .
"Ayah berangkat kerja dulu yaa ?" aku menanggapinya dengan tatapan keheranan .
"Kenapa kamu lihatin ayah kayak gitu ? mau nanyain ibu yaa ?"tanya ayah sambil mendekatiku .
"Enggak yah , aku cuman heran aja . Dari pagi kok ibu ngikutin ayah terus ? ciee-ciee yg udah baikan ". godaku.
TAMAT
ispirasi : Irham Maulana